Muhamad Kahfi : Contoh Penerapan Fuzzy Logic
Penerapan Fuzzy Logic
Fuzzy Logic
Adalah varabel sebuah metodologi ”ber-hitung” dengan varabel kata-kata (linguistic variable), sebagai pengganti berhitung dengan-bilangan. Dengan Logika Fuzzy, sistem kepa-karan manusia bisa diimplementasikan ke dalam bahasa mesin secara mudah dan efisien.
Alasan menggunakan fuzzy logic adalah :
- Konsep fuzzy logic mudah dimengerti.
- Fuzzy logic sangat fleksibel.
- Fuzzy logic memiliki toleransi terhadap keti-dakpresisian data.
- Pemodelan/pemetaan untuk mencari hu-bungan data input-output dari sembarang sistem black box bisa dilakukan memakai sistem fuzzy.
- Pengetahuan dan pengalaman para pakar dapat dengan mudah dipakai untuk memba-ngun fuzzy logic.
- Fuzzy Logic dapat diterapkan dalam desain sistem control tanpa harus menghilangkan teknik desain sistem kontrol konvensional yang sudah terlebih dahulu ada.
- Fuzzy logic berdasar pada bahasa manusia.
Ada beberapa hal yang perlu diketahui dalam memahami sistem fuzzy, yaitu
- Variabel Fuzzy, merupakan variabel dalam suatu sistem fuzzy, contoh: umur, temperatur, permintaan dsb.
- Himpunan Fuzzy,merupakan suatu grup yang mewakili suatu kondisi atau keadaan tertentu dalam suatu variabel fuzzy.
- Semesta Pembicaraan,keseluruhan nilai yang diperbolehkan untuk dioperasikan dalam suatu variabel fuzzy.
- Domain,keseluruhan nilai yang diijinkan dalam se-mesta pembicaraan dan boleh dioperasikan dalam suatu himpunan fuzzy.
- Fungsi Keanggotaan,adalah suatu kurva yang menunjukkan pe-metaan titik-titik input data kedalam nilai keanggotaannya (sering juga disebut dengan derajat keanggotaan) yang memiliki interval antara 0 sampai 1. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mendapatkan nilai keaang-gotaan adalah dengan melalui pendekatan fungsi. Ada beberapa fungsi yang bisa digunakan antara lain: Representasi Linier, Representasi Kurva Segitiga, Representasi Kurva Bentuk Bahu.
Metode mamdani sering dikenal sebagai Metode Max-Min Untuk mendapatkan output, diperlukan 4 tahapan :
- Pembentukan himpunan fuzzy,baik variable input maupun variable outputdibagi menjadi satu atau lebih himpunan fuzzy.
- Aplikasi fungsi implikasi,fungsi implikasi yang digunakan adalah min.
- Komposisi aturanApabila sistem terdiri dari beberapa aturan, maka infrensi diperoleh dari kumpulan dan korelasi antar aturan. Ada 3 metode yang digunakan dalam melakukan inferensi sistem fuzzy, yaitu: max, additive dan probabilistic OR(probor).
- Penegasan (Defuzzyfikasi)Input dari proses defuzzifikasi adalah suatu himpunan fuzzy yang diperoleh dari kompo-sisi aturan-aturan fuzzy, sedangkan output yang dihasilkan merupakan suatu bilangan pada domain himpunan fuzzy tersebut. Se-hingga jika diberikan suatu himpunan fuzzy dalam range tertentu, maka harus diambil nilai tegas (crisp) tertentu sebagai output. Ada 5 metode defuzzyfikasi pada komposisi aturan Mamdani: Metode Centroid, Metode Bisektor, Metode Mean of maximum (MOM), Medote Largest of Maximum (LOM), dan Metode Smallest of Maximum (SOM).
Kerangka Konsep
Pada penelitian ini untuk menentukan kinerja dosen berdasarkan 4 (empat) kriteria, yaitu:
- Kompetensi Pedagogik
- Kompetensi Profesional
- Kompetensi Kepribadian
- Kompetensi Sosial
dan 25 Sub Kriteria sebagai kriteria input, yaitu :
- Kesiapan memberikan kuliah
- Keteraturan dan ketertiban penyelenggaraan perkuliahan
- Kemampuan menghidupkan suasana kelas
- Kejelasan penyampaian materi dan jawaban terhadap pertanyaan di kelas
- Pemanfaatan media dan teknologi pembela-jaran
- Ketepatan cara penilaian prestasi belajar mahasiswa
- Pemberian umpan balik terhadap tugas kelas maupun tugas rumah
- Kesesuaian materi ujian dan atau tugas de-ngan silabus mata kuliah
- Keadilan dalam pemberian nilai
- Kemampuan jelaskan pokok bahasan/ocia secara tepat
- Kemampuan memberikan contoh konkrit dari konsep yang diajarkan.
- Kemampuan menjelaskan hub. Bidang/ocia yang diajarkan dengan ilmu
- Kemampuan menjelaskan hub. Bidang/ocia yang diajarkan dengan kehidupan
- Penguasaan akan isu isu mutakhir dalam bidang yang diajarkan
- Penggunaan hasil hasil penelitian untuk memperbaiki perkuliahan
- Memahami kewajiban sebagai dosen
- Memiliki kearifan dalam mengambil keputusan
- Kesantunan dalam kata dan tindakan
- Keadilan dalam perlakuan terhadap mahasiswa
- Kemampuan menyampaikan pendapat.
- Keterbukaan terdapat pendapat orang lain.
- Mengenal banyak mahasiswa secara personal.
- Memiliki hubungan baik dengan mahasiswa
- Memiliki hubungan baik dengan masyarakat
- Toleransi terhadap perbedaan pendapat.
Langkah - langkah Penelitian
Langkah–langkah yang dilakukan dalam pe-nelitian yaitu :
- Menentukan permasalahan,belum adanya suatu sistem yang praktis, efisien dan efektif dalam mengevaluasi kinerja dosen.
- Mendefinisikan masalah, bagaimana membuat prototipe sistem pendukung keputusan dengan menerapkan logika fuzzy untuk mengevaluasi kinerja dosen pada program studi Ilmu Komuni-kasi FISIP UHAMKA
- Melakukan pendekatan logika fuzzy digunakan untuk membuat derajat keanggotaan yang akan merekomendasikan evaluasi kinerja dosen.
- Membuat daftar keanggotaan dengan logika fuzzy.
- Membangun Prototipe dengan menggunakan Software Matlab 7.10.0 (R2010a).
- Melakukan Validasi guna mengetahui apakah prototipe yang dibangun sudah sesuai dengan yang diharapkan atau tidak.
- Melakukan entri nilai untuk setiap kriteria pada kompetensi Pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial terlebih dahulu. Kemudian akan diketahui bahwa hasil rekomendasinya baik, cukup atau kurang.
Temuan dan Pembahasan
Dari hasil tanggapan responden ahli terhadap elemen-elemen yang signifikan pada 4 kriteria dan sub 25 kriteria berdasarkan Cochran Q Test,, dinyatakan sah/valid.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Prototipe sistem pendukung keputusan dapat dibangun dengan menerapkan logika fuzzy untuk penilaian kinerja dosen pada FISIP UHAMKA.
Saran
Aspek sistem, agar dapat mendukung hasil penelitian, perlu adanya kesiapan sistem yang berjalan dengan baik. dan Prototipe sistem kepu-tusan yang sudah terbangun ini bisa juga diter-apkan pada sistem Akademik UHAMKA, yang sudah ada sebagai satu kesatuan dalam sistem proses belajar mengajar.
Source : Jurnal Uhamka

Komentar
Posting Komentar